Grisselda Nihardja

Makeup is fun. Good books too.

To All the Boys I’ve Loved Before

Posted in Books • 27 April 2014

To All The Boys I've Loved Before - grisscorner

Belakangan ini gue lebih into ke buku-buku yang genre-nya high fantasy, dsytopia, sci-fi, paranormal, ya pokoknya yang begitu deh.  Terakhir baca buku yang tergolong contemporary (cerita yang setting-nya seperti terjadi sekarang, fiksi tapi realistik, di dunia yang sama seperti kita) itu Februari, lalu setelah bisa dibilang sempat udah nggak gitu minat lagi karena pengarang yang gue suka seperti Stephanie Perkins dan Morgan Matson buku barunya belum muncul di toko buku *oh the joy of waiting*

Lalu seperti biasa gue kena racun dari Mba Sarah (makasih banyak, lho, Mba) yang bilang kalau buku-buku Jenny Han itu bagus banget.  Young Adult contemporary, semacam chicklit, ada romance lucunya, dan entertaining.  Jadilah gue meluncur ke Books & Beyond Kemang Village untuk beli To All the Boys I’ve Loved Before ini.

Ceritanya tentang Lara Jean, anak kedua dari tiga bersaudara (perempuan semua!) yang hidup bareng Papanya.  Mamanya udah meninggal waktu dia masih kecil.  Salah satu kenangan dari mamanya adalah kotak topi yang dia pakai untuk menyimpan surat cinta untuk cowok-cowok yang pernah dia suka.  Jadi semacam final love letter yang dia tulis yang menjadi start untuk dia move on.  Dia tulis, surat dimasukkin ke dalam amplop, tulis alamat cowoknya, lalu simpan di kotak topi dari mamanya itu.  Pokoknya habis nulis surat cinta itu dia bisa lega dan bisa move on lalu merelakan cowok itu nggak sama dia. Surat-surat itu ya kebanyakan ditulis waktu dia masih middle school.  Cinta monyet, naksir-naksir dodol gitu lah.   Come on, we’ve been there! :p

Singkat kata, suatu hari, surat-surat itu kekirim semua.  Lo bayangin ya, tengsin dan malunya gimana.  Duh, gue bisa merasakan banget kaya apa malu dan nervous-nya, secara beberapa orang yang nerima surat itu masih satu sekolah sama dia! Termasuk mantan pacar kakaknya yang juga tetangga sebelah rumah.  Baca buku ini semacam nostalgia zama gue masih sekolah dulu. Hahahaha. Gue ketawa-ketawa baca buku ini.  Hiburan banget di antara buku fantasy yang lebih berat :D Untung bacanya di rumah, kalau lagi duduk di coffee shop bisa disangka belum minum obat.

Gue suka banget sama karakter-karakter yang ada di buku ini.  Lara Jean sebagai tokoh utamanya kelihatan ada perkembangan, terus gue suka Kitty, adik bungsu yang masih SD tapi kadang lebih bisa diandalkan dan punya watak keras kepala yang adorable.  Dan pastinya gue suka sama karakter pria yang ada di buku ini.  Pengen gue jabarin satu-satu tapi nanti bisa jadi spoiler, jadi lebih baik kalau minat baca, beli bukunya dan cari tahu sendiri ya.

Plot-nya seru, alurnya pas, nggak lama, namun nggak terasa seperti terlalu cepat juga. Konfliknya JUARA! Bikin geregetan! Andai gue nggak sayang buku, udah gue gigit deh nih.  Gue suka buku ini karena nggak serta merta satu buku bahas love story sama cowok-cowok yang nerima love letter aja, ada juga cerita tentang relationship between sisters, gimana cara berkomunikasi sama saudara dan orang tua.  Bagus banget! Gue baca buku ini 4,5 jam lah sambil berhenti tiga kali buat nonton YouTube sebentar. Nggak bisa berhenti sampai selesai, tidur jam setengah tiga pagi pun tak apa.

Gue gemes sama ending-nya sih, I want more! 355 halaman semacam kurang. Lihat di goodreads sih bakal dibikin dualogi, yang berarti gue harus sabar sampai tahun depan.  But still, highly recommended if you’re looking for a good YA contemporary book!